Produk Terbaru :

Dropshipper atau Reseller


Bagi Anda yang ingin memulai usaha berjualan tetapi tidak memiliki modal yang cukup besar memang menjadi dropshipper atau reseller adalah pilihan yang masuk akal.  Mengapa demikian?  Karena dengan menjadi dropsipper atau reseller Anda bisa memulai usaha tanpa harus terlalu banyak memikirkan segala hal mulai tempat, stock barang, perlengakapan dan sejenisnya.

Tentu saja, karena dengan menjadi dropshipper atau reseller biasanya Anda cukup memikirkan masalah pemasaran saja, sementara masalah lain seperti perlengkapan atau stock barang biasanya akan dipenuhi atau sudah disediakan oleh usaha induk Anda.

Tetapi kemudian, dari 2 pilihan itu mana yang lebih sesuai bagi Anda.  Baik menjadi dropshipper atau menjadi reseller masing-masing memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri.  Sebelum memilih ada baiknya Anda pelajari kelebihan dan kelemahan dari kedua sistem ini.

Kelebihan menjadi reseller adalah Anda bisa langsung melihat produk yang Anda tawarkan dan Anda jual, karena dari usaha induknya, produk tersebut harus melalui Anda terlebih dahulu sebagai stock Anda sebelum sampai ke tangan konsumen.  Konsumen pun bisa langsung melihat produknya sebelum memutuskan membelinya karena produk tersebut adalah stock yang Anda siapkan.  Dengan demikian Anda bisa melihat apakah produknya sudah sesuai dengan yang Anda atau konsumen Anda inginkan atau belum.

Sedangkan kelemahan menjadi reseller diantaranya adalah Anda sendiri yang melakukan segalanya mulai dari pemasaran, deal dengan pembeli sampai packaging dan pengiriman.  Ini cukup melelahkan.  Lagipula sebagai reseller Anda biasanya harus memiliki stock barang yang akan Anda tawarkan.  Dan ini memerlukan modal lebih besar, belum ditambah dengan kemungkinan barang Anda tidak laku terjual.

Sedangkan kelebihan menjadi dropshipper adalah Anda cukup memikirkan masalah pemasaran dan deal dengan calon pembeli saja.  Anda tidak perlu memikirkan harus memiliki stock barang atau tidak karena barang nanti akan dikirim oleh usaha induk Anda langsung ke pembeli Anda.  Ini juga sekaligus menjadi keunggulan dari dropshipper, karena Anda tidak perlu mengurus packaging dan pengiriman dan Anda dapat dikatakan tidak perlu modal, kecuali untuk akses internet dan biaya pulsa untuk pemasaran dan deal dengan calon pembeli.  Ini juga sekaligus memudahkan Anda, karena yang Anda lakukan cukup mencari pembeli saja, selebihnya adalah urusan usaha induk Anda.

Sedangkan kelemahan menjadi dropshipper adalah Anda tidak akan tahu bagaimana barang atau produk yang dikirim ke pembeli Anda, karena produk atau barang tesebut tidak akan pernah melalui Anda terlebih dahulu, tetapi dari usaha induk akan langsung ke pembeli.  Jadi dapat diibaratkan bahwa menjadi dropshipper adalah jual beli kepercayaan antara Anda dengan usaha induk Anda.  Usaha induk Anda mempercayai Anda untuk memasarkan produknya, dan Anda mempercayai usaha induk Anda agar memproses pesanan Anda sesuai yang Anda dan pembeli Anda harapkan.

Nah, sekarang tinggal Anda memutuskan mana yang lebih sesuai dengan Anda.
 
Support : Creating Website | Mas Template
Copyright © 2015. Pojok 32 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template Modify by Pojok 32
Proudly powered by Blogger